hari ini aku akan bercerita tentang kisah ku...
nama ku nova,banyak orang memanggil aku va atau nop, aku si suka nya di panggil va berasa lebih anggun, aku bersekolah di SMA N 1 XX. aku masuk kelas unggul, kebanyakan kelas itu banyak orang-orang kaya,pintar dan cerdas. aku mah...biasa ajah tapi mereka menganggap aku "waw". kini aku kelas 3, anak dari pak adi dan buk ana. merekalah yang selalu menyemangati aku..
apalagi bapak ku yang sangat luar biasa menyemangati aku untuk daat kuliah meski keadaan seperti ini. tapi mamak sebalik nya, dia menggap bahwa hidup miskin tak akan biasa meraih keinginan, hanya orang kaya lah yang dapat meraih keinginana itu. mamak membuat aku sedih, ia menjatuhkan semngat ku, tapi bapak selalu menyemangati aku untuk mencapai keinginan ku, yaitu kuliah.
"nop...sudalah buang saja mimpi mu itu...bapak mu itu kerjanya cuma buruh kelapa sawit, gaji nya kadang 700 rbu, 800 rbu, paling banyak 1 jt. mana bisa biayai kue kulia, makan aj utang sana utang sini, liat tu adek mu jg sekolah SMA,SD dan TK. kayak mana bagi nya uang segitu" cetus mamak.
aku pun diam pergi membanting pintu kamar,
relungan hati ku berkata..." buat apa pintar tapi gak bisa kulia, hu..nova kau pasti bisa untuk kulia tetap semangat...apakah kau tidak melihat pengorbanan mu ke sekolah, pada saat itu hujan turun semua anak kesekolah mengendarakan mobil dan motor tapi kau tetap berjalan kaki dengan sepatu yang tapak ny bolong dan kaki mu selalu basa terkena genangan air, heran nya kamu tak pernah tertusuk paku saat memakai sepatu itu, baju mu juga basa terkena hujan,jaket yang kau pakai tak berguna,,,tetap basa. payung..untuk membeli payung saja kau tak bisa, apakah kau selama ini memakai farfum kesekolah? memakai bedak? tidak. kau tak punya uang untuk memebeli itu. bahkan kau sering di ejek cantik-cantik tapi bauk, setiap malam dan pagi kau selalu belajar... kau selalu meminta doa kepada bapak dan ibuk mu untuk kebahagiaan mu.., nah...dari pengorbanan mu ini semua apakah kamu ikhlas melupakan nya?? tetap lah berdoa nova... keajaiban itu pasti ada, " aku pun tersentak dan langsung sholat n berdoa.
saat penerimaan SNMPTN hatiku sungguh was..was dan menangis... untuk melihat itu, "biklah...jika aku dak di trima dak papa kok. mungkin ini bukan jalan aku" kata ku pelan dan menghembuskan nafas pelan.
"va....va....kamu lulus di UNJA pend. kimia"kata siska teman yang bersama ku, rasa nya aku mau pingsan bahagia sangat indah kuasa allah, tapi aku juga cukup sedih siska tak lulus, tak masalah juga si..dia orang kaya, bahkan dulu ibu nya pernah mengejek bapak ku "adi...si nova itu kepingin kulia, bisa pulak kalian bayar kuliah nya? orang miskin mana bisa kulia, hutang kalian aja masi ada" kata-kata itu ku dengar dari bapak ku yang bicara langsung ke aku.
aku pun kuliah dengan bantuan beasiswa,, biaya kuliah ku dibayar pemerintah, uang jajan pun di kasi ibarat nya kami kulia tetapi di gaji. selanjutnya... saya jg bekerja mengajar sehingga uang yang saya dapat bisa saya kirim ke mamak dan bapak yang susah di desa. selama aku kulia hidup kami pun sedikit bahgia, semua orang memuji ku dan keluarga ku, kalimat cacian kini dapat ku beli. mereka pun mengakui kegigihan ku, kami pun bahgia,, tetapi... kebahgiaan itu sangat lah cepatdi renggut oleh allah. menjadi kesedihaan lagi, ada sebagian orang yang menggosip keburukan ku dan adajuga sebagian orang tetap percaya pada ku.
waktu itu aku meminjam motor kawan ku untuk kekampus, baru 3 menit motor itu hilang, semua teman-teaman membantu ku untuk mencari motor itu, dan hasilnya pun nihil. aku menangis dan mengadu kepada bapak, aku mengira bapak akan marah besar kepada ku, tapi ia malah menyuruh ku untuk bersabar "sudah nak...dak usah nagis, ini juga sudah diatur, nanati kita ganti" kata bapak membuat aku legah, aku tidpak habis fikir dy bsa bicara di seperti itu di depan teman-teman ku saat menlvon, malam nya aku menelvon bapak, bapak pun menangis, ku tutup kembali telvon itu, aku kira pasti bapak sedih sekali, uang dari mana harus mengganti motor itu, sedangkan makan sehari aj cuma ikan asin, itu pun sudah waw. biasa nya makan cuma pakai sayur itu pun mencari sayur pakis atau kankung, aku pun menangis kembali. dan akhir nya motor itu kami bayar secara mencicil.
libur semeter aku membantu bapak mengutip brondolan sedangkan adik-adik ku sekolah, tiba-tiba bapak dipanggil untuk ke kantor menghadap atasan nya, lalu bapak berbincang aku mendengardari luar kantor " adi...anak mu ada yang sekolah di unja kan? pak amanu n buk amanu menyuruh anak mu untuk tinggal disana" sampai dirumah hal ini pun diceritakan ke bapak, aku menolakmentah-mentak "pak..aku gak mau, aku itu kulia aku bukan jadi babu, aku ada uang bidikmisi, aku juga kerja, aku gak mau tinggal disana, aku gak mau pak,,harus jadi babu..!!!!" kata ku jengkel, ternyata mamak pun mendukung aku. "bapak punya uang 500 rbu,itu pun bapak utang, uang ini bayar uang kos atau bayar motor yang kau ilangkan itu, jangan sampai kau nanti di penjara,"kata bapak. pilihan sulit. mau takmau aku jadi babu.
libur semester pun telah selesai aku kembali ke jambi untuk menuntut ilmu kini tujuan ku kerumah pak amanu n buk amanu, pagi sekali aku sampai kerumah nya atas bantuan tukang ojek setelah turun dari bus antar provinsi. "waaahh...ini rumah atau rumah... besarsekali.. gerbang nya juga besar" gumam ku. "asalamualikum....3x ...4x...5x.." cpek..aku pun terduduk... "kenapa gak manggil...seharus nya bel nya di pencet neng" kata pembantu nya,
aku pun tinggal di rumah yang besar ini.... ternyata buk amanu hya mempunyai 1 anak sematawayang cowok usia nya 3 tahun lebih tua dari aku, ia sedang menyusun skripsi nya.
dan yang paling ajaib nya lagi.... kata-kata ku yang mengira aku akan di jadi kan BABU kini malah menjadi seorang PUTRI, baju di cuciin n di setrikain, baju di beliin, disayangi kayak anak sendiri, tetap kulia dan mengajar. lebih banyak ngirim uang ke bapak dan mamak, karena makan semua nya di tanggung keluarga amanu disini, kamar yang sangat bagus, sprimbet,lemari, meja belajar, kipas angi, ruang makeup, bedak, farfum,deodoran, semua sudah tersedia... aku sangat bahgia, begitu juga dengan utang motor yang hilang di bantu oleh keluarga ini, dengan begitu semuanya selesai hanya beberapa hari, sehingga aku terbebas dari hutang materi, tetapi kini aku malah merasa hutang budi oleh keluarga amanu. yang penting disini aku bahagia. inilah... takdir allah memberikan kebahagian lalu di uji kembali jika kita sabar dan berprasangka baik kepada allah maka allah memberikan yang lebih seperti sekarag ini, dan di kampus aku bahgia semua kebutuhan ku dapat terpenuhi... ini karena allah